Adakah
orang yang tidak pernah Galau?
Menurut sumber
orang yang sering galau yaitu diri saya sendiri. Semua orang pasti
pernah merasakan yang namanya galau. Galau adalah Hak dan milik
semua orang !
Contohnya ?
Oke, Contohnya aja
Nenek Nenek, pasti tahu dong apa itu nenek nenek ?. Nenek Nenek
biasanya pasti suka resah mikirin umur. Nah itu adalah Galau Ala
nenek nenek.
Ada lagi tidak?
Ada !. Ortu kita !
jangan salah, orang tua kita adalah orang yang paling sering banget
galau. Yaitu Galau mikirin kebutuhan kita sehari-hari. Itu baru
mikirin kebutuhan belum mikirin kelakuan tingkah nakal anaknya
(makannya jangan menambah
beban orang tua dengan kenakalan kita, banyaklah beribadah dan
do'akan kedua orang tua).
Dan masih banyak lagi contoh yang lainnya, Nd usah terlalu banyak
contohnya yachh, nanti galau saya kumat...... hehehehe
Intinya, Galau
adalah perasaan resah,
dilema, merasa di hidup itu ada yang kurang tapi tidak tahu itu apa,
pengambilan keputusan yang tidak pernah final, pikiran jangka pendek
yang berubah ubah dalam waktu singkat, akibat rasa lelah, jenuh,
bosan, suka mengeluh dll. Intinya susah dicerna otak.
Anehnya,
sekarang fenomena galau itu terjadi bukan hanya di dunia nyata tapi
juga sudah merajalela di dunia maya seperti media sosial facebook,
twitter, and other
networking.....
Berikut
beberapa status galau di facebook :
##
terkadang ingin mengakhiri semuanya..........
## Jkhsdkjhsdlkjsdakljdskhjdsjdskjsdjjdsdslkjsdldsiuodeyuewbn
##Tuhan, aku kangen dia, sahabat lamaku yg telah lama tak ada kabar :') mohon pertemukan kami kembali ya Tuhan..
## hanya bisa tersenyum dlm hati.. :-)
## Rinduka'. Kpn ki balik...
##
gila stadium akhir,,,
tinggl tunggu ajal,,hahahah :D
## Mgkn pengaruh bosan..
## Bingung hrs gmn...hrs pilih yg mana...!!!
Ini
baru sebagian kecil status galau yang sempat saya kutip dari
Facebook, dan tentu masih banyak lagi yang lain,,,,,,,,,,
yang
jadi pertanyaan skarang adalah......... apakah menggalau di facebook
sudah tepat???? apakah bukan cuman caper (cari perhatian), ingin
dikasihani atw ????, dll.
Ada
lagi nich....... orang yang berdoa di tempat yang salah. Bagaimana
tidak salah!!! Coba kita amati terutama FB and twitter betapa banyak
pengguna account salah menggunakan wall/tweet mereka sebagai tempat
berdoa, bukankah agama “Islam”? Telah mengatur Waktu-waktu untuk
berdoa mustajab.
Antara
lain:
“Pada
bulan Ramadhan, terutama pada malam Lailatul Qadar, Pada waktu wukuf
di ‘Arafah, ketika menunaikan ibadah haji, Ketika turun hujan,
Ketika akan memulai shalat dan sesudahnya, Ketika menghadapi barisan
musuh dalam medan peperangan, Di tengah malam, Di antara adzan dan
iqamat, Ketika I’tidal yang akhir dalam shalat, Ketika sujud dalam
shalat, Ketika khatam (tamat) membaca Al-Quran 30 Juz, Sepanjang
malam, utama sekali sepertiga yang akhir dan waktu sahur, Sepanjang
hari Jumat, karena mengharap berjumpa dengan saat ijabah (saat
diperkenankan doa) yang terletak antara terbit fajar hingga terbenam
matahari pada hari Jumat itu, antara Zhuhur dengan ‘Ashar dan
antara ‘Ashar dengan Maghrib, Pada waktu pengajian (belajar) di
suatu majelis dan Pada waktu minum air zam-zam”
Tempat-tempat baik untuk berdoa
“Di kala melihat Ka’bah, Di kala melihat masjid Rasulullah Saw,
Di tempat dan di kala melakukan thawaf, Di sisi Multazam. Di dalam
Ka’bah, Di sisi sumur Zamzam, Di belakang makam Ibrahim, Di atas
bukit Shafa dan Marwah, Di ‘Arafah, di Muzdalifah, di Mina dan di
sisi Jamarat yang tiga, Di tempat-tempat yang mulia lainnya, seperti
di Masjid dan tempat-tempat peribadatan lainnya.Nah seperti dijelaskan di atas jelas bahwa tempat dan waktu mustajab berdoa, bukan saat buka Facebook/twitter, sebaiknya social networking dimanfaatkan sebagai tempat berbagi informasi bersifat memotivasi bukan bersifat keluh kesah.
Karena Allah tidak menyukai hamba yang suka mengeluh......
kepada
saya pribadi dan buat saudaraku semua jangan sampai kita terikut pula
dengan behaviour seperti itu suka mengeluh dan berdoa di tempat yang
salah. Dan mari kita pergunakan account social untuk menebar
semangat, kebaikan, menebar syukur, silaturahim. Bukan malah menebar
keluh kesah, galau dan narsis tiada ujung.
Status
tertulis bukan mendapat solusi kongkret malah sebaliknya jadi
pembahasan dan ditertawakan, dengan tujuan tidak jelas............
Allah
berfirman : ” Wa lanabluwannakum bi syai’im minal khaufi
waljuu’i wanaqsim minal amwaali wal anfusi was samaraat, wabassyris
saabirin “, artinya : dan sungguh akan Kami berikan cobaan
kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa
dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang
yang sabar.
(Al-Baqarah
ayat 155)










