Selamat Datang ...

Kenalilah Aku dahulu Hakimi Aku kemudian

Sahabat Sejati

"Sola tongammu iyamo tau iya mala massolango'o sumangi, tania tau iya mala misolang micawa"

Keutamaan Orang Berilmu

To manarang rapangi pallang sulo di tau laeng

Man Jadda Wajada

Inai-inai mattongat-tongan na nalolongani akkattana

Salili dot com

Andiang da' duammu di lalang di ateu ......

Jumat, 11 November 2016

Generasi Internet


Teknologi cukup banyak berjalan kehidupan kita hari ini. Dari kehidupan pekerjaan kita dan kehidupan rumah kita, kita memiliki komputer, ponsel, dan gadget yang membantu kita dalam menjalankan rutinitas sehari-hari. Tetapi apakah teknologi telah mengambil alih dan menggeser norma-norma sosial kita? Apakah terlalu banyak hal buruk dari teknologi?

Kita cenderung menyalahkan teknologi atas semua kecerobohan setiap hari yang kita komitmenkan. Padahal kita telah ketahui bersama dunia sekarang telah mamasuki era baru, era ketika semua perangkat elektronik di sekitar kita terhubung dengan internet. Sifat individual dan kelekatan dengan internet membuat generasi sekarang kurang memiliki interaksi dengan komunitas yang lebih luas. Relasi interpersonal secara langsung, tatap muka antara orang tua dan anak, antara guru dengan siswa, semakin kurang karena digantikan oleh perangkat elektronik dan jaringan internet.

Dalam situasi yang demikian peran orang tua dan guru sangat penting, bagaimana memainkan perannya dalam sebuah kerangka pola asuh yang tidak saja mengedepankan penumbuhan nilai-nilai dan pembentukan karakter, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dan 'selera' anak didik. Orang tua dan guru harus mengikuti kemajuan teknologi agar bisa berkomunikasi dengan anak didik, memehami cara berpikir dan obsesi generasi muda sekarang, yang banyak hal berbeda dengan generasi orang tua mereka. Sebuah tantangan yang tidak mudah, namun dengan semangat mengawal generasi muda menjadi generasi unggul, insya Allah dapat kita wujudkan.


#Mari Mengawal Pendidikan

Jumat, 28 Oktober 2016

KARENA PUMUDA-PEMUDI INDONESIA ADALAH ASET BERHARGA

Sehari setelah berulangnya tanggal kelahiran saya, tanggal 28 Oktober 2016 adalah hari berulangnya deklarasi Sumpah Pemuda, terhitung telah 88 tahun lalu sejak pertama kali sumpah ini dikumandangkan. Momen ini tentu bukanlah hal yang kedudukannya sekedar menjadi selebrasi setahun sekali. Selain mengingat, memaknai adalah proses yang tak kalah penting.

Harapan akan terciptanya tanah air Indonesia yang berdaulat dan makmur tentu tidak terlepas dari generasi mudanya yang sekarang, tak terkecuali pemuda menimba ilmu di PPM Al-Ikhlash. Berangkat dari harapan tersebut  saya teringat dengan Status FB saya tanggal 1 September 2016 kemarin....
https://www.facebook.com/boelepe/posts/10205845295926139



Lewat postingan saya kali ini, akan memberi sedikit penjelasan tentang pemilihan kata Obor dalam do'a status FB tersebut. Bukannya Lilin.
Jika kita memilih jadi lilin. Lilin itu menerangi sekelilingnya, tetapi membakar dirinya sendiri. Artinya dia memberi suatu manfaat bagi orang lain, tetapi dia mengorbankan diri. Obor juga menerangi sekelilingnya, tetapi dia tidak membakar dirinya dengan api tersebut, hanya saja menghabiskan minyak tanah yang berada di dalamnya. Artinya dia memberi manfaat kepada orang lain tanpa mengorbankan dirinya seperti lilin.

"Bila engakau ditanya, "Hei pemuda Indonesia, berapa jumlahmu?" Jawablah "Kami hanya satu."
#Bung Karno.

"Saya Pemuda bersumpah akan mencari Pemudi"
#Salihun, S. Pd


Rabu, 26 Oktober 2016

29 Tahun ?


Tommuane dengan umur 29 tahun itu bukanlah hal yang buruk bahkan masih punya kesempatan untuk berusaha menjadi lebih baik. Masa lalu selalu memiliki kenangan manis. Yah, meski tidak begitu manis. Setidaknya berbanding balik dengan era sekarang. Umur yang semakin bertambah, tanggung jawab yang semakin besar dan mimpi-mimpi yang sedikit terealisasi.

Konotasi baik itu tentu berbeda-beda yang ada pada setiap orang. Saya sendiri menggambarkan diri saya saat ini adalah tommuane macoa (hehehe... puji ale) yang belum tentu dinilai baik oleh orang lain. Yang saya pahami bahwa kehidupan itu tidak seperti apa yang ada di Film ataupun FTV, melihat dari kenyataan itu menjadi baik saja tidak cukup....


Jadi saran saya janganlah menjadi baik, tapi jadilah yang spesial.... 

Sabtu, 22 Oktober 2016

Hari Santri Nasional 22 Oktober 2016

Kali ini saya mau berbagi pengalaman. Saya mau menceritakan sedikit pengalaman saya mengajar di Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash, selama kurang lebih 5 tahun. Untuk memberi penghormatan kepada Santri di Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2016 ini.

Oya buat yang belum tahu, ada embel-embel Modern artinya pasantren tersebut selain mengajarkan ilmu agama kepada santrinya juga mengajarkan ilmu-ilmu umum.
Ponpes Modern Al-Ikhlash adalah komplek pendidikan yang luas dan sejuk terletak di Desa Lampoko, Km 27  Kec. Campalagian, Kab. Polewali Mandar.

Di Ponpes Modern Al-Ikhlash, tersedia jenjang pendidikan SMP, MTs, SMA dan SMK. Di sana, santri semuanya mondok/ berasrama. Jadi ketika siang para santri belajalar ilmu umum dan agama di sekolah dan malamnya santri fokus belajar agama. Saya mengajar KKPI di tingkat SMK. Di sana saya di panggil Ustad. Jujur saya sama sekali tidak nyaman dengan panggilan tersebut. Secara harfiah Ustad artinya guru tetapi di kita, konotasi Ustad adalah orang lurus, alim dan ilmu agamanya tinggi sedangkan saya sama sekali tidak pantas dipanggil Ustad. Walaupun dari segi penampilan susah dibedakan.... hehehehe

Awalnya saya pikir akan mudah mengajar santri-santri yang alim yang sopan, yang nurut dan Takhzim ke gurunya. Ternyata keliru besar, santri-santri di Ponpes Modern Al-Ikhlash itu spesial. Kalau dianalogikan dengan Martabak, pake telur.... Mayoritas santri tidak mau masuk pesantren.
Saya pernah menjadi team seleksi pada pelaksanaan PSB bagian interview, hanya 1 – 2 santri yang niat mondok sisanya disuruh orang tuanya.  Lagipula mana ada anak yang mau masuk pesantren? Anak yang hidup nyaman di rumahnya ada Smartphone, game console, wifi, komputer apa mau meninggalkan itu semua? Untuk hidup berasrama, dengan 8 anak per kamarnya. Kalaupun ada paling cuman 1 – 2 anak. Banyak orang tua yang punya pemikiran keliru terhadap pesantren, yang berpikiran kalau anak saya bandel, masukkan saja ke pesantren. Yang ada malah si anak tambah bandel kerena berontak dipaksa masuk pesantren. Sebagai guru jelas suatu tantangan tersendiri mengajar anak-anak yang dari awal tidak berniat untuk sekolah mondok.

Sebagai guru adalah wajar bertanya kepada siswanya.
Nak, rumah kamu di mana?
Tetapi pernah mendapatkan jawaban yang membuat saya mengelus dada, yaitu ketika santri menjawab
Rumah bapak di sana, rumah ibu di sini.
Santri yang orang tuanya bercerai. Karena tidak mau repot mengurus anaknya maka si anak di masukkan ke pesantren. Jelas bukanlah hal mudah mengajar anak broken home  yang miskin kasih sayang orang tua. 

Jadi kebanyakan orang tua yang berpikir pesantren itu seperti bengkel. Pokoknya saya mau beresnya saja anak saya keluar pesantren jadi alim, berapapun biayanya gak masalah. Padahalkan tidak seperti itu.
***

  • Pesan saya untuk orang tua yang ingin anaknya masuk pesantren, pastikan anak anda juga ingin tentunya dengan ajakan yang mendidik, jangan dipaksakan.
  • Untuk para pengajar, jika ingin mencari sensasi berbeda dalam mengajar, mengajaralah di pesantren.
  • Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2016

Sabtu, 31 Mei 2014

RANCANGAN

“SISTEM INFORMASI PENJUALAN TOKO AL-MUTTAQIEN PPM AL-IKHLASH”
LAMPOKO, CAMPALAGIAN, POLEWALI MANDAR


TUGAS KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI







 





Oleh

Nama          : Nur Ishak
Kelas           : Konversi
Semester    : VIII
Jurusan       : Sistem Informasi







FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS TOMAKAKA
YAYASAN TANRATUPATTANABALI
2014












I.      PENDAHULUAN


1.1.       Latar Belakang
Dewasa ini teknologi semakin berkembang, semua aspek menggunakan komputer sebagai salah satu alat untuk menunjang kemajuan suatu perusahaan. Dengan adanya komputer semua pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat, khususnya pada pengelolaan transaksi penjualan. Sudah banyak minimarket yang mulai menjamur di berbagai wilayah, semua menggunakan komputer sebagai alat pencatatan transaksi. Hal ini dilakukan agar tidak ada kesalahan dalam perhitungan, meningkatkan kepercayaan konsumen, menghemat waktu, serta dapat diakses dengan cepat dan mudah.
Toko Al-Muttaqien PPM Al-Ikhlash merupakan toko yang menyediakan berbagai  kebutuhan pokok, dimana sebagian besar konsumennya membeli dalam jumlah banyak untuk dijual kembali. Sejauh ini Toko Al-Muttaqien PPM Al-Ikhlash masih menggunakan cara manual untuk pencatatan transaksi. Banyak kerugian yang dialami jika menggunakan cara manual, antara lain: membutuhkan banyak kertas, resiko kehilangan data atau terselip besar, waktu terbuang banyak untuk mencari data yang dibutuhkan. Saat ini toko tradisional mulai tergeser dengan minimarket yang sudah menggunakan pengolahan data terkomputerisasi.
Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat meningkatkan kemajuan toko agar dapat bersaing dengan minimarket. Adanya permasalahan tersebut mendorong penulis untuk membuat rancangan sistem informasi dengan judul Sistem Informasi Penjualan Toko Al-Muttaqien PPM Al-Ikhlash”.
1.2.       Rumusan masalah
Rumusan masalah merupakan masalah utama yang dijadikan dasar untuk mencari solusi yang tepat atas permasalahan yang ada. Dengan melihat latar belakang diatas, maka penulis menyimpulkan masalah utama yang dihadapi adalah:
Bagaimana merancang sistem informasi penjualan pada toko Al-Muttaqien PPM Al-Ikhlash yang mampu mempermudah pemilik mengelola transaksi dan meningkatkan kualitas pelayanan?

1.3.       Batasan Masalah
Agar dalam perancangan ini tidak menyimpang, maka dibuatlah batasan dari  permasalahan sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan, untuk itu penulis  membuat ruang lingkup permasalahan pengelolaan data yang meliputi:
1.    Pengolahan  data  dan  Laporan,  yang  meliputi:  data  dan  laporan  pemasok, data  dan  laporan  return  pembelian,  data  dan  laporan  pembelian,  data  dan laporan  barang, data dan laporan penjualan, data dan laporan pelanggan. Software  yang  digunakan dalam pembuatan aplikasi penjualan untuk mengolah data yaitu Visual Foxpro 9.0

1.4.       Tujuan
Tujuan diadakan perancangan ini adalah:
1.    Bagi Penulis : memenuhi tugas final bagi jenjang S1 di Universitas Tomakaka Kampus II Majene.
2.    Bagi Pemilik Toko : dapat menjadi landasan untuk memajukan toko dengan adanya sistem informasi penjualan.
3.    Bagi Pembaca : dapat  digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembuatan  makalah  yang  berhubungan  dengan  database  atau permasalahan yang sama.

1.5.       Manfaat
Manfaat yang didapat dari perancangan sistem ini antara lain:
1.      Bagi Penulis: sebagai tolak ukur seberapa besar kemampuan penulis berkaitan  dengan  materi  pada  jurusan  yang  diambil  di  Universitas Tomakaka Kampus II Majene.
2.      Bagi  Pemilik Toko: membantu mengolah data dengan cepat, tepat dan akurat.
3.      Bagi  Pembaca: memberi referensi dalam pembuatan makalah bertema sama.





































II.    LANDASAN TEORI


2.1. Konsep Dasar Sistem
2.1.1  Pengertian Sistem
Sistem  secara  sederhana  dapat  diartikan  sebagai  suatu  kumpulan  atau himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung satu sama lain.

2.1.2  Karakteristik Sistem
Berikut merupakan karakteristik sebuah sistem:
1.      Batasan (Boundary)
2.      Komponen / elemen (Component)
3.      Lingkungan Luar Sistem (Environment)
4.      Penghubung Sistem (Interface)
5.      Masukan (Input)
6.      Pengolah (Process)
7.      Keluaran (Output)
                                          
2.2.  Konsep Dasar Informasi
Menurut Jogiyanto H.M, informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
Informasi dapat dikatakan baik jika memiliki kriteria sebagai berikut:
1.      Akurat
2.      Tepat Waktu
3.      Relevan

2.3.  Konsep Dasar Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan  kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi bersifat menejerial dan  kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

2.4.  Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem informasi pada level manajemen  yang berfungsi untuk membantu perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan dengan menyediakan resume rutin dan laporan-laporan tertentu.

2.5. Konsep Dasar Penjualan
Penjualan adalah suatu kegiatan yang ditunjukkan untuk mencari atau mempengaruhi dan memberi petunjuk agar pembeli dapat menyesuaikan kebutuhannya dengan produksi  yang ditawarkan serta mengadakan perjanjian mengenai harga yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

2.6. Konsep Pemodelan
2.6.1  Flowchart
Flowchart merupakan sebuah diagram dengan simbol-simbol grafis yang menyatakan  aliran algoritma atau  proses  yang  menampilkan langkah-langkah  yang disimbolkan  dalam  bentuk kotak, beserta urutannya dengan menghubungkan masing-masing langkah tersebut menggunakan tanda panah.

2.6.2  Data Flow Diagram
DFD adalah suatu  model logika  data  atau  proses  yang  dibuat  untuk menggambarkan asal data dan tujuan data yang keluar dari sistem, tempat penyimpanan data, proses apa  yang menghasilkan data tersebut, serta interaksi  antar data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut.

2.7  Perancangan Sistem
2.7.1  Flowchart



Gambar 1 : Flowchart




2.7.2 Data Flow Diagram



Gambar 2 : DFD Level 0





Gambar 3 : DFD Level 1
















III.  PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil setelah melakukan perancangan tentang “Sistem Informasi Penjualan Toko Al-Muttaqien PPM Al-Ikhlash”, antara lain:
1.      Melakukan  penelitian  terhadap  objek  agar  dapat  mengetahui  sistem  yang berjalan  selama  ini  dan  apa  saja  yang  dibutuhkan  dalam  sistem  baru nantinya. Dari penelitian didapat bahwa sistem yang berjalan saat ini masih dilakukan dengan cara manual.
2.      Membuat  aplikasi  yang  dibutuhkan  pemilik  toko,  yaitu  aplikasi  yang  dapat mempermudah dan mempercepat pemilik serta pegawai dalam melakukan transaksi pembelian dan penjualan, mengelola data dan pembuatan laporan. Sehingga dapat menghasilkan informasi secara cepat, tepat dan akurat.
3.      Penyimpanan  data  dilakukan  secara  terkomputerisasi,  hal  ini  dapat mengurangi resiko saat menggunakan sistem lama.

3.2  Saran
Berdasarkan  kesimpulan  diatas,  maka  sebagai  pertimbangan  dalam meningkatkan pelayanan, penulis memberikan saran sebagai berikut:
1.      Melakukan  pertimbangan  terhadap  sistem  yang  diusulkan  dan  diharap  dapat digunakan di Toko Al-Muttaqien PPM Al-Ikhlash.
2.      Diharapkan pemilik dan pegawai dapat menggunakan sistem informasi penjualan secara optimal. Untuk itu perlu diadakan pelatihan yang dapat dilakukan bersama programmer.

Demikian kesimpulan dan saran yang disampaikan. Dengan mempertimbangkan saran  tersebut  diatas  penulis  berharap  sistem  baru  yang  diusulkan  dapat  diterapkan pada Toko Al-Muttaqien PPM Al-Ikhlash dan bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.














DAFTAR PUSTAKA

Al Fatta, Hanif. 2007. Analisisis dan Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta: ANDI Offset.
Arief, M.Rudyanto. 2006.  Pemrograman Basis Data Menggunakan Transact-SQL Server  2000. Yogyakarta: ANDI Offset.
Jogiyanto  HM,  MBA,  Akt.  1989.  Analisis  dan  Desain  Sistem  Informasi  :  Pendekatan terstruktur teori dan praktik aplikasi bisnis. Yogyakarta:  ANDI Offset.
Kusrini,  2007.  Konsep  dan  Aplikasi  Sistem  Pendukung  Keputusan.  Yogyakarta:  ANDI Offset.
Kusrini.  2007.  Strategi  Perancangan  dan  Pengelolaan  Basis  Data.  Yogyakarta:  ANDI Offset.
Ir. Yuniar Supardi, 2010. Semua Bisa Menjadi Programmer Visul Foxpro 9.0. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Ir. Yuniar Supardi, 2007. Teknik Pemrograman Microsoft Visual Foxpro 9.0 dengan MySQL. Jakarta : PT Elex Media Komputindo.