Selamat Datang ...

Kenalilah Aku dahulu Hakimi Aku kemudian

Sahabat Sejati

"Sola tongammu iyamo tau iya mala massolango'o sumangi, tania tau iya mala misolang micawa"

Keutamaan Orang Berilmu

To manarang rapangi pallang sulo di tau laeng

Man Jadda Wajada

Inai-inai mattongat-tongan na nalolongani akkattana

Salili dot com

Andiang da' duammu di lalang di ateu ......

Jumat, 14 Juni 2013

Fenomena Galau di Facebook


Adakah orang yang tidak pernah Galau?
Menurut sumber orang yang sering galau yaitu diri saya sendiri. Semua orang pasti pernah merasakan yang namanya galau. Galau adalah Hak dan milik semua orang !
Contohnya ?
Oke, Contohnya aja Nenek Nenek, pasti tahu dong apa itu nenek nenek ?. Nenek Nenek biasanya pasti suka resah mikirin umur. Nah itu adalah Galau Ala nenek nenek.
Ada lagi tidak?
Ada !. Ortu kita ! jangan salah, orang tua kita adalah orang yang paling sering banget galau. Yaitu Galau mikirin kebutuhan kita sehari-hari. Itu baru mikirin kebutuhan belum mikirin kelakuan tingkah nakal anaknya (makannya jangan menambah beban orang tua dengan kenakalan kita, banyaklah beribadah dan do'akan kedua orang tua). Dan masih banyak lagi contoh yang lainnya, Nd usah terlalu banyak contohnya yachh, nanti galau saya kumat...... hehehehe

Intinya, Galau adalah perasaan resah, dilema, merasa di hidup itu ada yang kurang tapi tidak tahu itu apa, pengambilan keputusan yang tidak pernah final, pikiran jangka pendek yang berubah ubah dalam waktu singkat, akibat rasa lelah, jenuh, bosan, suka mengeluh dll. Intinya susah dicerna otak.

Anehnya, sekarang fenomena galau itu terjadi bukan hanya di dunia nyata tapi juga sudah merajalela di dunia maya seperti media sosial facebook, twitter, and other networking.....
Berikut beberapa status galau di facebook :

## terkadang ingin mengakhiri semuanya..........
## Jkhsdkjhsdlkjsdakljdskhjdsjdskjsdjjdsdslkjsdldsiuodeyuewbn
##Tuhan, aku kangen dia, sahabat lamaku yg telah lama tak ada kabar :') mohon pertemukan kami kembali ya Tuhan..
## hanya bisa tersenyum dlm hati.. :-)
## Rinduka'. Kpn ki balik...
## gila stadium akhir,,,

tinggl tunggu ajal,,hahahah :D
## Mgkn pengaruh bosan..
## Bingung hrs gmn...hrs pilih yg mana...!!!

Ini baru sebagian kecil status galau yang sempat saya kutip dari Facebook, dan tentu masih banyak lagi yang lain,,,,,,,,,,
yang jadi pertanyaan skarang adalah......... apakah menggalau di facebook sudah tepat???? apakah bukan cuman caper (cari perhatian), ingin dikasihani atw ????, dll.

Ada lagi nich....... orang yang berdoa di tempat yang salah. Bagaimana tidak salah!!! Coba kita amati terutama FB and twitter betapa banyak pengguna account salah menggunakan wall/tweet mereka sebagai tempat berdoa, bukankah agama “Islam”? Telah mengatur Waktu-waktu untuk berdoa mustajab.

Antara lain:

Pada bulan Ramadhan, terutama pada malam Lailatul Qadar, Pada waktu wukuf di ‘Arafah, ketika menunaikan ibadah haji, Ketika turun hujan, Ketika akan memulai shalat dan sesudahnya, Ketika menghadapi barisan musuh dalam medan peperangan, Di tengah malam, Di antara adzan dan iqamat, Ketika I’tidal yang akhir dalam shalat, Ketika sujud dalam shalat, Ketika khatam (tamat) membaca Al-Quran 30 Juz, Sepanjang malam, utama sekali sepertiga yang akhir dan waktu sahur, Sepanjang hari Jumat, karena mengharap berjumpa dengan saat ijabah (saat diperkenankan doa) yang terletak antara terbit fajar hingga terbenam matahari pada hari Jumat itu, antara Zhuhur dengan ‘Ashar dan antara ‘Ashar dengan Maghrib, Pada waktu pengajian (belajar) di suatu majelis dan Pada waktu minum air zam-zam”
Tempat-tempat baik untuk berdoa “Di kala melihat Ka’bah, Di kala melihat masjid Rasulullah Saw, Di tempat dan di kala melakukan thawaf, Di sisi Multazam. Di dalam Ka’bah, Di sisi sumur Zamzam, Di belakang makam Ibrahim, Di atas bukit Shafa dan Marwah, Di ‘Arafah, di Muzdalifah, di Mina dan di sisi Jamarat yang tiga, Di tempat-tempat yang mulia lainnya, seperti di Masjid dan tempat-tempat peribadatan lainnya.
Nah seperti dijelaskan di atas jelas bahwa tempat dan waktu mustajab berdoa, bukan saat buka Facebook/twitter, sebaiknya social networking dimanfaatkan sebagai tempat berbagi informasi bersifat memotivasi bukan bersifat keluh kesah.
Karena Allah tidak menyukai hamba yang suka mengeluh......
kepada saya pribadi dan buat saudaraku semua jangan sampai kita terikut pula dengan behaviour seperti itu suka mengeluh dan berdoa di tempat yang salah. Dan mari kita pergunakan account social untuk menebar semangat, kebaikan, menebar syukur, silaturahim. Bukan malah menebar keluh kesah, galau dan narsis tiada ujung.

Status tertulis bukan mendapat solusi kongkret malah sebaliknya jadi pembahasan dan ditertawakan, dengan tujuan tidak jelas............

Allah berfirman : ” Wa lanabluwannakum bi syai’im minal khaufi waljuu’i wanaqsim minal amwaali wal anfusi was samaraat, wabassyris saabirin “, artinya : dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

(Al-Baqarah ayat 155)

Guru Jangan Mau GapTek !


Pengaruh Facebook saat ini tidak hanya dirasakan oleh orang-orang di kota saja, bahkan santri Pondok Pesantren Al-Ikhlash pun telah mengenalnya.
Pada dasarnya santri dalam usia remaja dengan hadirnya media facebook menjadi lebih ekspresif, dengan bebas membuat status, upload foto dan berbagi catatan membuat mereka merasa “semakin ada”. Remaja selalu terpacu untuk melakukan hal-hal yang baru bagi mereka, dengan hadirnya facebook remaja cenderung penasaran untuk melihat profil orang-orang yang dikenalinya, melihat foto-foto dan mengomentari status, dan kadang tidak segan untuk wall-to-wall dengan gurunya, padahal di lapangan mereka enggan untuk berbicara langsung dengan gurunya tersebut. Guru yang cerdas dapat memanfaatkan hal ini, secara tidak langsung apabila guru mau melakukannya, guru bisa ‘menyentuh’ santri lebih personal, dan apabila sudah berhasil saya yakin guru dapat menjadi pengarah sekaligus pengawas yang baik bagi para santri, di pondok maupun di luar pondok.
Bukan hal yang perlu ditakutkan jika santri sudah mulai keranjingan dengan sebuah teknologi terkini semisal facebook, karena ini merupakan suatu konsekuensi yang harus kita terima dari perkembangan teknologi. Artinya kehadiran teknologi tidak bisa ditolak oleh siapapun, karena perkembangannya sungguh sangat kuat dan cepat mempengaruhi segala aspek kehidupan. Maka, jika kita menempatkannya sebagai sebuah pilihan (menggunakan atau tidak menggunakan), kita justru akan tergerus oleh pilihan kita sendiri.
Facebook merupakan situs jejaring sosial terpopuler di dunia saat ini, bahkan di Indonesia situs ini merupakan situs paling banyak dikunjungi dan satu-satunya yang mampu mengalahkan google yang selama ini selalu memimpin (sumber: Alexa.Com). Hal tersebut mungkin disebabkan oleh banyak faktor pendorong seperti kelengkapan fitur yang dimilikinya dan kesederhanaan antarmuka/interface situs yang mudah digunakan oleh pengguna awam sekalipun.
Dalam pengamatan saya, fitur-fitur facebook banyak yang dapat dioptimalkan oleh para pendidik, seperti fitur foto tagging misalnya, guru yang bisa merangkul santrinya melalui facebook bisa saja melakukan penjelasan materi pelajaran dengan sebuah foto. Santri-santri di-‘tag’ oleh gurunya dan kemudian diminta untuk berkomentar terhadap foto tersebut, dan guru akan bisa mengambil peranan sebagai fasilitator yang baik di sana. Contoh lain misalnya dengan meng update status yang menguji logika berpikir.
Nd gaulnya ...!!”, ungkapan itu mungkin pernah kita dengar dari para santri kita, tentu kita tidak bisa marah karena memang iya, rata-rata guru kita belum “gaul” menurut pandangan mereka para santri. Salah satu ukuran “gaul” para santri adalah menyangkut penggunaan teknologi, termasuk di dalamnya facebook. Saya mengajak para guru untuk tidak gaptek (gagap teknologi), karena sekali lagi, bahwa teknologi itu merupakan suatu konsekuensi perkembangan zaman.
Dalam dunia pendidikan, semestinya fenomena “facebook booming” ini bisa menjadi suatu peluang yang dapat dimanfaatkan oleh para penggerak roda pendidikan utamanya guru, kenapa? Karena apabila kita sebagai guru jeli memanfaatkan media ini, selain dapat digunakan untuk pelengkap pembelajaran di kelas juga dapat pula digunakan untuk hal-hal lain, seperti pengawasan pergaulan siswa di luar lingkungan sekolah dan kelas.

Minggu, 17 Maret 2013

Tips Cara Mandi yang Baik

Kebiasaan orang MANDI adalah dengan cara langsung mengguyur badan secara keseluruhan. Kebiasaan mandi seperti ini akan merugikan kesehatan badan, terutama berkaitan dengan masalah masuk angin dan influensa. Dengan cara mandi seperti ini akan menyebabkan hawa panas tubuh terperangkap di dalam badan yang akan menyebabkan keseimbangan hawa panas dalam tubuh dan hawa dingin menjadi terganggu. Berikut ini saya paparkan cara mandi yang benar yang dapat membantu meningkatkan kesehatan anda, terutama yang sering terserang masuk angin dan influensa.

Cara memulai mandi yang benar, dengan urutan sebagai berikut :
...
1. Menyiram mulai dari ujung jari kaki (kanan dan kiri) ke arah atas sampai lutut;
2. Menyiram mulai dari lutut (kanan dan kiri) ke arah atas sampai bagian perut;
3. Menyiram mulai dari bagian perut ke arah atas sampai pundak;
4. Menyiram mulai jari ujung jari tangan (kanan dan kiri) sampai ke pundak;
5. Menyiram mulai dari bagian leher ke arah atas sampai kepala.
6. Menyikat Gigi

Urutan kegiatan seperti tersebut di atas harus berurutan dari 1 sampai 6 dan masing-masing dilakukan sebanyak minimal 3 (tiga) kali kecuali menyikat gigi. Memulai mandi dari bagian bawah terlebih dahulu dimaksudkan agar hawa panas tubuh terangkat ke bagian atas tubuh dan akhirnya akan terbuang keluar melalui lubang-lubang (rongga) tubuh bagian atas seperti mulut, hidung dan telinga.

Pada saat menyiram bagian perut dan bagian dada (urutan 3&4) biasanya kita akan merasakan merinding, hal ini disebabkan oleh bergeraknya hawa panas tubuh dari bagian bawah badan ke bagian atas. Pada saat menyiram kepala, orang yang mandi akan merasa sedikit pusing. Rasa pusing ini disebabkan oleh keluarnya hawa panas tubuh melalui rongga bagian atas seperti mulut, hidung dan telinga. Setelah itu baru kita menyikat gigi.

Bila kegiatan mandi ini dilaksanakan terus menerus (konsisten), maka kira-kira dalam waktu 2 (dua) sampai 3 (tiga) bulan anda akan merasakan manfaatnya, badan akan terasa segar, ringan dalam bergerak dan akan terhindar dari sakit influensa dan masuk angin.

Sumber : 
Islamic Motivation

Kamis, 21 Februari 2013

STUDY TOUR PPM AL-IKHLASH DI TANA TORAJA








RAHASIA UMUR

Lucu, tapi maknanya dalam sekali. Dulu ketika TUHAN menciptakan SAPI, MONYET, ANJING, dan MANUSIA, TUHAN berkata:

"Hari ini aku ciptakan kau sebagai SAPI. Engkau harus pergi ke padang rumput, bekerja di bawah terik matahari sepanjang hari. Aku tetapkan umurmu sekitar 50 tahun." Si SAPI keberatan, "Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun, kiranya 20 tahun cukuplah untukku, ku kembalikan kepadamu yang 30 tahun." Maka setujulah TUHAN.
...
Di hari ke-2, TUHAN menciptakan MONYET. "Hai MONYET, hiburlah manusia, aku berikan kau umur 20 tahun." Si MONYET keberatan, "Menghibur manusia dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah untukku, ku kembalikan 10 tahun kepadamu." Maka setujulah TUHAN.

Di hari ke-3, TUHAN menciptakan ANJING, "Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang yang mendekat kau harus menggonggonginya. Untuk itu ku berikan umurmu 20 tahun." Si ANJING keberatan, "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun? Cukuplah 10 tahun untukku, ku kembalikan lagi yang 10 tahun kepadamu." Maka setujulah TUHAN.

Di hari ke-4, TUHAN menciptakan MANUSIA, TUHAN berkata kepada MANUSIA: "Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan, kau akan menikmatinya dan ku beri engkau umur 25 tahun." si MANUSIA keberatan, katanya: "Menikmati hidup selama 25 tahun? Itu terlalu singkat TUHAN, karena SAPI mengembalikan 30 tahun umurnya, lalu ANJING mengembalikan 10 tahun, dan MONYET mengembalikan 10 tahun, maka berikanlah semuanya itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun, setuju?" Maka setujulah TUHAN.

Akibatnya:

Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai MANUSIA kita makan, tidur, dan bersenang-senang.

Pada 30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor SAPI, kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita.

Pada 10 tahun kemudian kita membuat cucu kita tertawa dengan berperan sebagai monyet yang menghibur.

Pada 10 tahun terakhir kita tinggal di rumah. Duduk (di kursi roda) depan pintu dan menggonggong (batuk) di depan orang yang lewat, uhuk... uhuk...

Makanya, gunakanlah umur kita sebaik-baiknya
 
 
Sumber :
Islamic Motivation